coffe

Mitratel pastikan dana buyback bukan berasal dari IPO

Dana buyback tidak dari IPO, itu dari dana perusahaan

Sleman, DIY (ANTARA) – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) memastikan dana untuk aksi pembelian kembali saham atau membeli kembali sebesar Rp1 triliun bukan berasal dari dana penawaran saham (IPO).

“Dan membeli kembali tidak dari IPO, itu dari dana perusahaan,” kata CEO Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dalam diskusi di Sleman, Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, aksi perusahaan dalam melakukan membeli kembali ini untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham serta memberikan sinyal positif seiring dengan prospek kinerja yang makin membaik.

Hingga kuartal I-2022, Mitratel tercatat memiliki 28.577 menara di seluruh Indonesia dengan penyewa sebanyak 43.101 serta kabel serta optik sepanjang 2.117 kilometer.

“Saat ini, sebanyak lebih dari 25 persen menara di Indonesia milik Mitratel. Kami siap menjadi pemimpin pasar di Indonesia dan Asia Tenggara,” katanya.

Theodorus memastikan Mitratel akan terus mengembangkan bisnis utilitas menara tersebut seiring dengan pemanfaatan 4G yang makin meluas serta penggunaan teknologi digital di lingkungan.

Ia pun menyakini aksi membeli kembali mulai 2 Juni hingga 2 September 2022 tidak akan mengganggu kondisi keuangan perusahaan, seiring dengan potensi besar Mitratel dalam sektor telekomunikasi.

Mitratel tercatat meraih laba bersih sebesar Rp459 miliar pada kuartal I-2022, tumbuh 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp343 miliar.

Pertumbuhan laba perusahaan ditopang oleh meningkatnya pendapatan konsolidasi Mitratel sebanyak 21,5 persen (yoy) menjadi Rp1,87 triliun per Maret 2022 dan pendapatan tumbuh 21,5 persen dari Rp1,54 triliun pada posisi Maret 2021.

Lebih rinci, pendapatan konsolidasi Mitratel pada periode tersebut berasal dari segmen kepemilikan menara sebesar Rp1,46 triliun, naik Rp282 miliar atau sekitar 24,4 persen dari periode sama tahun lalu sebesar Rp1,18 triliun.

Sebelumnya, anak usaha Telkom ini juga sudah melakukan penawaran saham perdana pada November 2021 di BEI, dengan harga saham ditawarkan sebesar Rp800 per unit, serta pelepasan sebanyak 23,49 miliar lembar saham baru.

Meski demikian harga saham MTEL tersebut belum terlalu bergerak jauh dari harga IPO, bahkan sempat turun pada kisaran 9 persen.

Baca juga: Mitratel siapkan Rp1 triliun untuk buyback saham

Baca juga: Profil bisnis dan keuangan solid, Mitratel raih peringkat “idAAA”

Baca juga: Mitratel raih laba bersih Rp459 miliar pada kuartal I 2022

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Buchori
HAK CIPTA © ANTARA 2022

kluaran sgp pas ini tentu benar-benar gampang dimainkan oleh seluruh orang dengan kecanggihan teknologi saat ini. Dimana para bettor dapat menempatkan angka main togel hongkong hari ini cuma mengfungsikan smartphone saja. Kemudahan bermain ikut menjadi faktor utama para togelers lebih sering memilih pasaran togel hongkong online selagi bermain judi togel hari ini. Keamanan dan sarana terbaik yang disediakan oleh para bandar togel hongkong resmi terpercaya di Indonesia memang jadi tidak benar satu keunggulan tersendiri. Mengingat para pemain beroleh jaminan dan bukti kemenangan yang tetap dibayar penuh tanpa dipersulit. Sehingga para bettor tentu lebih nyaman kala memasang angka main togel hari ini dan miliki kepercayaan penuh untuk menang.