sinar

The Economist menghapus tweet rasis di tengah derasnya kritik | Berita Terbaru Cina | Cerita Teratas | Politik | Bisnis | Hiburan

Tangkapan layar dari tweet kontroversial yang sekarang telah dihapus yang diterbitkan oleh The Economist

Publikasi Inggris The Economist pada hari Rabu menghapus tweet yang membandingkan babi dengan orang China setelah mendapat gelombang kritik karena rasis dan tidak manusiawi.

Tweet yang sekarang dihapus itu diterbitkan pada hari Selasa dan digunakan oleh The Economist untuk mempromosikan artikel berjudul “Sebagian besar biji-bijian dunia tidak dimakan oleh manusia.”

“Pada tahun 2019, babi memakan 432 juta ton biji-bijian, 45% lebih banyak daripada yang dilakukan orang China,” tulisnya.

Kalimat tersebut merupakan kutipan langsung dari artikel yang diterbitkan pada 23 Juni, mengklaim bahwa meskipun terjadi krisis pangan di tengah konflik Rusia-Ukraina, dunia sebenarnya mampu menghasilkan biji-bijian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Masalahnya adalah bahwa 43 persen dari biji-bijian “dibakar sebagai biofuel atau digunakan untuk memberi makan hewan,” yang sama dengan enam kali lipat hasil biji-bijian Ukraina dan Rusia digabungkan.

Mempertimbangkan fakta itu, mengurangi limbah dan mengubah gandum dan jagung menjadi roti alih-alih pakan ternak mungkin merupakan solusi terbaik sementara pemerintah sedang mempertimbangkan kebijakan untuk mendapatkan bagian biji-bijian yang lebih besar menjadi grub, artikel tersebut menyimpulkan.

Meskipun artikel tersebut terutama berfokus pada analisis data konsumsi makanan per negara, wilayah, dan tahun, perbandingan yang tidak tepat antara babi dan orang Cina secara luas dikritik karena “mengerikan”, “rasis”, dan “tidak manusiawi”.

“Manusia tidak menulis seperti itu,” jurnalis veteran Tiongkok Liu Xin berkomentar di Twitter.

Beberapa menunjukkan bahwa perbandingan itu diduga melanggar aturan Twitter tentang pidato, dan “Untuk Twitter mengizinkan The Economist membuat pernyataan yang menghasut seperti itu adalah hal yang tidak masuk akal.”

Beberapa netizen Tiongkok menunjukkan kekecewaan mereka terhadap majalah tersebut setelah isu tersebut muncul di platform media sosial Tiongkok. “Dulu saya mengira The Economist adalah majalah yang berwibawa. Ternyata tidak sebagus itu,” komentar seorang netizen China.

The Global Times mencoba menghubungi The Economist tetapi belum menerima balasan hingga saat pers.

Waktu Global

Sumber artikel: https://www.globaltimes.cn/page/202206/1269360.shtml

result. sdy. Semua hasil togel hari ini mampu didapatkan segera dari tiga tabel diatas yang membuka berasal dari web formal information keluaran hk, sgp, sdy tercepat lengkap dan juga terpercaya sah. Sesuai jadwal keluaran pasaran tersebut, ketiga pasaran besar ini dibagi atas tiga kala yang berbeda. Jadi seluruh togelers yang main menyaksikan hasil ketiga pasaran itu wajib masuk ke web site masing-masing, jadi terlampau membawa dampak kala sekali. Oleh dikarenakan itu halaman ini dibikin untuk seluruh togelers enteng mendapatkan nomer keluaran hk, data keluaran sgp dan hasil keluaran sdy hari ini cuma dari sini saja.